12 Definisi Break Event Point atau BEP Menurut Para Ahli


 1. Menurut V.Wiranata Sujarweni (2017:121)

Break Even Point (BEP) atau Titik impas adalah suatu kondisi dimana perusahaan dalam usahanya tidak mendapatkan untung maupun tidak menderita kerugian


2. Hansen dan Mowen (1994 : 16)

Break Even Point is where total revenues equal total costs, the point is zero profits” yang artinya ialah  ”BEP adalah di mana total pendapatan biaya total yang sama, intinya adalah nol keuntungan”.


3. Menurut Ross, Randolph, dan Bradford (1998 : 309)

Break even analysis is popular and commonly used tool for analyzing the relationship between sales volume and profitability, yang artinya ialah “BEP ialah Impas analisis alat populer dan sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara volume penjualan dan profitabilitas".


4. Menurut S Munawir (2002)

BEP (Break Even Point) atau juga titik pulang pokok yakni suatu kondisi operasi perusahaan tidak mendapatkan laba & juga tidak mengalami kerugian (Total Biaya = Total Pendapatan).


5. Menurut Purba (2002)

Break Even Point berdasar kepada suatu pernyataan yang sederhana, berapa jumlah unit produksi yang seharusnya dijual untuk menutupi seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.


6. Menurut PS Djarwanto (2002)

Break Even Point (BEP) adalah suatu kondisi impas yaitu bila telah tersusun perhitungan laba-rugi entitas bisnis pada periode tertentu, dan entitas tersebut tidak memperoleh keuntungan juga tidak mengalami kerugian.


7. Menurut Hansen dan Mowen (2005:274)

Break Even Point atau Titik impas merupakan “titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya atau titik dimana laba sama dengan nol.”


8. Menurut Menurut Mulyadi (2001 : 232)

Break Event Point (BEP) diartikan sebagai impas, yakni keadaan di mana usaha tidak mendapatkan laba, tapi juga tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, usaha tersebut dikatakan impas apabila jumlah pendapatannya sama dengan jumlah biaya. Atau jika laba kontribusi digunakan untuk menutup biaya saja.


9. Menurut Harahap (2004)

Break Even Point adalah kondisi atau kinerja perusahaan di mana tidak adanya laba dan tidak mengalami kerugian. Artinya semua biaya yang sudah dikeluarkan bisa tertutup dari pendapatan suatu produk.


10. Menurut Sigit

Break Even Point (BEP) merupakan tingkat penjualan yang dibutuhkan sebagai penutup dari total biaya operasional yang dikeluarkan. Hal ini di mana BEP adalah laba sebelum adanya bunga dan pajak atau earning before interest.


11. Menurut Rony

Break Even Point adalah sarana dalam manajemen yang bertujuan untuk mengetahui titik hasil penjualan apakah sama dengan biaya. Alhasil, perusahaan tidak mempunyai keuntungan dan juga kerugian.


12. Menurut Herjanto

Break Even Point merupakan analisis yang mempunyai tujuan untuk menemukan kurva dalam biaya dan pendapatan yang senilai. Tidak heran jika disebut sebagai titik pulang pokok.